Sabtu, 15 September 2012

TUGAS PENGOLAHAN CITRA




TUGAS PENGOLAHAN CITRA

PENJELASAN, KONSEP, DAN CONTOH PENGOLAHAN CITRA YANG MENYANGKUT PERBAIKAN KUALITAS CITRA
a.      Penjelasan
Yang dimaksud dengan perbaikan kualitas citra adalah proses mendapatkan citra yang lebih mudah diinterpretasikan oleh mata  manusia. Pada proses ini, ciri-ciri tertentu yang terdapat di dalam citra lebih diperjelas kemunculannya [DUL97]. Perbaikan kualitas citra (image enhancement) merupakan salah satu proses awal dalam pengolahan citra. Perbaikan kualitas citra diperlukan karena seringkali citra yang dijadikan objek mempunyai kualitas yang buruk, misalnya citra mengalami derau (noise), citra terlalu gelap/terang, citra kurang tajam, kabur, dan sebagainya. Image enhancement juga melibatkan level keabuan dan manipulasi kontras, pengurangan derau, pemfilteran, penajaman, interpolasi dan magnifikasi, pseudo warna, dan sebagainya. Tujuan perbaikan citra adalah lebih menonjolkan ciri citra tertentu untuk kepentingan analisis atau menampilkan citra. Perbaikan citra berguna dalam ekstraksi cirri, analisis citra, dan tampilan informasi visual. Sedangkan restorasi citra mengacu pada menghilangkan atau meminimalkan degradasi dalam citra. Termasuk restorasi citra antara lain deblurring citra yang didegradasi oleh keterbatasan sensor atau lingkungannya, noise filtering, koreksi distorsi geometric atau ketidak linieran karena sensor-sensor.

Proses-proses yang termasuk ke dalam perbaikan kualitas citra:
1.      Pengubahan kecerahan gambar (image brightness)
Kecerahan/kecemerlangan gambar dapat diperbaiki dengan menambahkan (mengurangkan) sebuah konstanta kepada (dari) setiap pixel di dalam citra. Akibat dari operasi ini, histogram citra mengalami pergeseran.
Secara matematis operasi ini ditulis sebagai:
f(x,y)’ = f(x,y) + b
jika b positif, kecerahan gambar bertambah, sebaliknya jika b negative kecerahan gambar akan berkurang. Kontras menyatakan sebaran terang dan gelap di dalam sebuah gambar.



2.      Peregangan kontras (contrast stretching)



3.  Pengubahan histogram citra.
      Ada dua cara, yakni perataan histogram dan spesifikasi histogram
4.  Pelembutan citra (image smoothing)
Bertujuan menekan gangguan (noise) pada citra. Gangguan tersebut biasanya muncul sebagai akibat dari hasil penerokan yang tidak bagus (sensor noise, photographic grain noise) atau akibat saluran transmisi.
5.  Penajaman (sharpening) tepi (edge).
Bertujuan memperjelas tepi pada objek di dalam citra. Penajaman citra merupakan kebalikan dari operasi pelembutan karena operasi ini menghilangkan bagian citra yang lembut.
Operasi penajaman dilakukan dengan melewatkan citra pada penapis lolos tinggi (high pass filter). Penapis lolos tinggi akan meloloskan (memperkuat) komponen yang berfrekuensi tinggi (tepi/pinggir objek) dan akan menurunkan komponen berfrekuensi rendah. Akibatnya pinggiran akan terlihat lebih tajam dibandingkan sekitarnya.
6.  Pewarnaan semu (pseudocolouring)
Adalah proses member warna tertentu pada nilai-nilai pixel suatu citra skala abu-abu pada suatu citra berdasarkan criteria tertentu, misalnya suatu waarna tertentu untuk suatu interval derajat keabuan tertentu.
7.  Pengubahan geometrik
Koreksi geometric dilakukan pada citra yang memiliki gangguan yang terjadi pada waktu proses perekaman citra, misalnya pergeseran koordinat citra (translasi), perubahan ukuran citra, dan perubahan orientasi koordinat citra (skew). Proses koreksi geometri untuk meningkatkan kualitas citra tersebut disebut juga dengan koreksi geometri. Koreksi geometri yang sederhana dilakukan seperti rotasi, translasi, dan penskalaan citra.

b.      Konsep
Untuk memperbaiki kualitas citra dengan cara memanipulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini, ciri-ciri khusus yang terdapat di dalam citra lebih ditonjolkan.

Teknik perbaikan kualitas citra yang umum digunakan:
i.        Operasi titik
-          Pengubahan kontras
-          Pemotongan noise
-          Mengiris windows
-          Model histogram
ii.      Operasi spasial
-          Pelembutan noise
-          Filter median
-          Unsharp masking
-          Low-pass, bandpass, high-pass filtering
-          pembesaran
iii.    Operasi transformasi
-          Linear filter
-          Root filter
-          Homomorphic filter
iv.    Pseudowarna
-          False coloring
-          pseudocoloring



c.       Contoh topik
Contoh-contoh operasi perbaikan citra:
·         perbaikan kontras gelap/terang
·         perbaikan tepian objek (edge enhancement)
·         penajaman (sharpening)
·         pemberian warna semu (pseudocoloring)
·         penapisan derau (noise filtering)


Materi diatas bisa di download disini





 
READ MORE - TUGAS PENGOLAHAN CITRA

Selasa, 11 September 2012

TUGAS 1 RISET OPERASI


TUGAS 1 RISET OPERASI


SOAL
Ada sebuah perusahaan kimia yang sedang memproduksi 3 jenis obat. Masing-masing obat tersebut membutuhkan 3 jenis bahan. Obat tipe A memerlukan 10 gram gula, 20 gram garam dan 30 gram cuka. Tipe obat B memerlukan 12 gram gula, 5 gram garam dan 16 gram cuka, tipe obat C memerlukan 20 gram gula, 16 gram garam, 30 gram cuka. Sedangkan pperusahaan tersebut hanya mempunyai persediaan 1250 gram gula, 1350 gram garam dan 1600 gram cuka bubuk. Obat tipe A memerlukan waktu produksi 1 butir selama 50 menit, obat tipe B membutuhkan waktu produksi 1 butir selama 75 menit, obat tipe C membutuhkan waktu produksi 1 butir selama 40 menit. Perusahaan itu hanya mempunyai waktu produksi total 3200 menit unuk obat tipe A, sedangkan obat tipe B mempunyai waktu produksi total 2950, dan obat tipe C hanya mempunyai waktu produksi total 3150 menit. Agar perusahaan memperoleh keuntungan yang optimal, buatlah model matematis grafisnya!



Jawab :


a = Obat A
b = Obat B
c = Obat C

f (a, b, c) = 1250a + 1350b + 1600c

Bahan/produk
Obat A (gram)
Obat B (gram)
Obat C (gram)
Persediaan (gram)
Gula
10
5
16
1250
Garam
20
12
20
1350
Cuka bubuk
30
16
35
1600



 f(a, b, c) = 3500a + 2950b + 3150c
Obat A (menit)
Obat B (menit)
Obat C (menit)
Waktu produksi
50
75
40
Total Waktu
3200
2950
3150

Batasan :
10A + 5B + 16C        1250
20A +12B + 20C       1350
30A + 16B + 35C       1600
50a     ≤ 3500
75b     ≤ 2950
40c     ≤ 3150
a, b, c  0


READ MORE - TUGAS 1 RISET OPERASI